Logo

Desa Balida

Kabupaten Balangan

Home

Profil Desa

Infografis

IDM

Berita

Belanja

PPID

Empat Hari Studi Tiru Pemuda Perintis Penggalang Balangan: Dari Dieng hingga Yogyakarta

Empat Hari Studi Tiru Pemuda Perintis Penggalang Balangan: Dari Dieng hingga Yogyakarta

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 105 kali

Empat Hari Studi Tiru Pemuda Perintis Penggalang Balangan: Dari Dieng hingga Yogyakarta

BALANGAN – Sebanyak 16 orang pemuda dan pemudi Kabupaten Balangan mengikuti kegiatan Studi Tiru Pemuda Perintis Penggalang Kabupaten Balangan ke Dieng, Jawa Tengah, dan Yogyakarta selama empat hari.

Para peserta merupakan pemuda-pemudi Balangan yang selama ini memiliki peran aktif dalam berbagai event, kegiatan kepemudaan, seni, budaya, dan pariwisata di Kabupaten Balangan. Kegiatan studi tiru ini menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman, memperkuat kebersamaan, sekaligus mencari inspirasi baru dalam pengembangan kegiatan pemuda dan event daerah.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT. Adaro Indonesia yang turut mendampingi dan memberikan support selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Hari Pertama: Belajar dari Dieng Culture Festival

Perjalanan dimulai dari Kalimantan Selatan menuju Jawa Tengah dengan tujuan utama kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Perjalanan panjang tersebut diisi dengan kebersamaan antarpeserta.

Dalam perjalanan menuju Dieng, rombongan menyempatkan diri singgah di Soto Ayam Dargo Pak Wito untuk beristirahat sekaligus menikmati kuliner.

Setibanya di kawasan Dieng, rombongan langsung menuju Kawah Sikidang. Para peserta menikmati keindahan alam Dieng sekaligus melakukan observasi terhadap salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan. Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk berfoto bersama.

Setelah kunjungan ke Kawah Sikidang, peserta melanjutkan perjalanan menuju homestay yang telah disiapkan panitia untuk beristirahat.

Pada malam harinya, agenda dilanjutkan dengan kegiatan yang menjadi salah satu inti studi tiru, yaitu pertemuan dan diskusi bersama Alif Faozi, Ketua Pokdarwis sekaligus inisiator Dieng Culture Festival.

Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan banyak pengalaman mengenai perjalanan membangun Dieng Culture Festival, pengelolaan event, keterlibatan masyarakat, pengembangan potensi budaya dan pariwisata, serta bagaimana sebuah kegiatan lokal dapat tumbuh menjadi event yang memiliki daya tarik luas.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi kesempatan bagi para pemuda Balangan untuk menggali pengalaman langsung dari penggerak Dieng Culture Festival.

Hari Kedua: Dari Dieng Menuju Yogyakarta

Memasuki hari kedua, rombongan melanjutkan perjalanan dari Dieng menuju Yogyakarta. Dalam perjalanan, peserta menyempatkan diri berkunjung ke Taman Pintu Langit.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk kembali mengamati bagaimana destinasi wisata dikemas dengan menggabungkan panorama alam, ruang rekreasi, dan spot yang menarik bagi wisatawan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju rumah makan Tengkleng Hohah. Para peserta menikmati hidangan berbahan utama daging kambing dengan lahap setelah menempuh perjalanan.

Pada sore hari, rombongan tiba di Homestay Ndalem Sarengat, yang menjadi tempat menginap selama dua malam di Yogyakarta.

Setelah beristirahat sejenak, peserta melanjutkan agenda dengan makan malam bersama di Waroeng Klangenan. Kebersamaan dalam suasana santai menjadi bagian dari perjalanan untuk mempererat hubungan antarpeserta sebelum kembali mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya.

Hari Ketiga: Olahraga, Wisata, dan Evaluasi Kegiatan Pemuda

Hari ketiga diawali dengan aktivitas olahraga. Para peserta melaksanakan lari pagi dari kawasan Tugu Yogyakarta menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta melalui kawasan Malioboro.

Kegiatan lari pagi tersebut tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menikmati suasana pagi Kota Yogyakarta serta melihat langsung kawasan yang menjadi salah satu ikon pariwisata kota tersebut.

Setelah menyelesaikan kegiatan pagi, perjalanan dilanjutkan dengan agenda makan siang di Pawon Tempuran by Toto Dahar. Hidangan utama yang dinikmati peserta adalah kepala ikan talang, yang menjadi salah satu pengalaman kuliner dalam rangkaian perjalanan studi tiru.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Obelix Sea View. Di tempat tersebut, peserta menikmati panorama laut dari ketinggian sekaligus menyaksikan pertunjukan drama “Janji Misteri Ratu Kidul”, yang dikemas dengan latar pemandangan laut dan kawasan perbukitan.

Pertunjukan tersebut menjadi salah satu pembelajaran bagi peserta mengenai bagaimana unsur cerita, budaya, seni pertunjukan, dan keindahan alam dapat dikemas menjadi sebuah atraksi yang menarik bagi wisatawan.

Malam Hari: Diskusi dan Evaluasi Pemuda Perintis Penggalang

Pada malam harinya, peserta kembali melaksanakan agenda penting berupa diskusi dan evaluasi kegiatan Pemuda Perintis Penggalang Kabupaten Balangan.

Diskusi membahas berbagai kegiatan kepemudaan yang telah dilaksanakan, capaian yang telah diperoleh, kendala yang dihadapi, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan.

Kegiatan evaluasi tersebut didampingi oleh PT. Adaro Indonesia, yang juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan studi tiru Pemuda Perintis Penggalang selama empat hari.

Melalui diskusi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman dari destinasi dan event yang dikunjungi, tetapi juga mampu melakukan refleksi terhadap peran pemuda Balangan dalam mengembangkan kegiatan daerah.

Hari Keempat: Kembali ke Kalimantan Selatan

Memasuki hari keempat, seluruh rangkaian kegiatan studi tiru resmi berakhir. Peserta kemudian melakukan perjalanan kembali menuju Kalimantan Selatan.

Empat hari perjalanan dari Dieng hingga Yogyakarta memberikan berbagai pengalaman bagi 16 pemuda dan pemudi Balangan. Mereka tidak hanya menikmati perjalanan wisata, tetapi juga belajar mengenai pengelolaan event, pengembangan destinasi, seni pertunjukan, budaya, kuliner, kepemudaan, serta pentingnya kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pihak.

Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi Pemuda Perintis Penggalang Kabupaten Balangan untuk melahirkan gagasan dan inovasi baru dalam berbagai event di daerah.

Dukungan PT. Adaro Indonesia menjadi bagian penting dalam terselenggaranya kegiatan ini. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas pemuda Balangan agar semakin aktif, kreatif, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Dari Balangan ke Dieng dan Yogyakarta, belajar dari pengalaman, membangun jejaring, dan membawa pulang inspirasi untuk kemajuan pemuda serta event di Kabupaten Balangan.


Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Balida

Kecamatan Paringin

Kabupaten Balangan

Provinsi Kalimantan Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia